January 10, 2018

Hasil Survei Wanita: Menikahi Pria Mapan vs Tampan?

Baca Artikel Lainnya

Jika disuruh memilih pria macam apa yang akan wanita pilih, kamu lebih suka yang kaya tapi jelek atau cakep tapi miskin sih? Karena tak jarang, kamu akan bertemu dengan wanita yang memilih pria jelek tapi punya harta banyak. Peduli atau tidak, pasti ada saja yang membicarakannya.


Ngakunya karena cinta, namun pasti ada alasan lain mengapa seorang wanita memilih pasangan hidupnya. Di Jepang, sebuah survey yang dilakukan oleh portal internet Shirabee mencoba bertanya pada 683 wanita usia antara 20-69 tahun, apakah mereka bisa menikahi pria jelek namun punya harta melimpah. Ternyata, hasilnya berbeda tiap kelompok usia.


Bisakah kamu menikahi pria jelek tapi kaya raya?
(persentase responden yang menjawab YA)

Wanita usia 20an tahun: 32,8 persen
Wanita usia 30an tahun: 29,9 persen
Wanita usia 40an tahun: 22,6 persen
Wanita usia 50an tahun: 23,9 persen
Wanita usia 60an tahun: 16,4 persen

Banyak yang mengatakan bahwa wanita tak akan begitu peduli lagi dengan penampilan lawan jenisnya ketika menjadi lebih tua tapi belum juga menikah. Mengesampingkan kelompok usia 50-59 tahun yang memiliki presentasi agak tinggi, ternyata masih banyak wanita tetap akan memilih pria dengan penampilan tampan dibanding kondisi ekonominya yang baik.

Semakin bertambah usia, wanita modern akan lebih memilih pria yang punya tampang cakep tanpa memikirkan kondisi finansialnya. Bisa jadi pilih yang ganteng tapi miskin, dibanding yang kaya tapi jelek. Hasil ini bisa jadi dipengaruhi oleh gaya hidup wanita zaman sekarang yang kebanyakan pasti sudah punya pekerjaan, mereka punya penghasilan sehingga mereka tak khawatir soal suami yang tidak punya uang.

Tapi para peneliti juga mengungkapkan hasil data dilihat dari sisi tingkat penghasilan wanita. Apakah mereka tetap bisa menikahi pria jelek tapi kaya dengan penghasilan yang mereka miliki saat ini. Hasilnya...

Wanita dengan gaji kurang dari 3 juta yen per tahun: 24,5 persen
Wanita dengan gaji 3-5 juta yen per tahun: 16,4 persen
Wanita dengan gaji 5-7 juta per tahun: 55,9 persen

Ternyata banyak wanita yang berpenghasilan kecil akan memilih pria yang jelek tapi kaya, meski kemudian di kelompok berikutnya, mereka justru menolak punya suami seperti itu. Yang mengejutkan, wanita kelompok gaji besar justru lebih memilih pria jelek tapi kaya. Alasannya beragam, untuk keamanan secara finansial, meningkatkan status ekonomi, atau yang lainnya.

Namun dari angka persentase yang kecil (hanya sekitar 20-30%) di atas, sepertinya wanita Jepang lebih banyak yang menolak menikahi pria jelek tapi kaya, mereka lebih suka pria tampan tapi miskin ya. Kamu sendiri bagaimana ladies? Lebih pilih calon suami yang seperti apa?



Kenapa Rata-Rata Pria Cerdas, Sukses dan Kaya Raya Lebih Memilih Wanita yang Sederhana Untuk Dinikahi?


Anda bisa melihat kisah Istri orang terkaya di Dunia Melinda Gates yang merupakan Istri Bill Gates. atau Mark Zuckerberg yang menikahi priscilla Chan?

Di depan publik, Mark Zuckerberg dan sang istri tampak selalu sederhana dari segi penampilan. Tak mencerminkan kekayaan miiiaran dollar yang dimiliki Zuck.

Melinda Gates tak lagi berfikir untuk menghitung kekayaan mereka untuk kepentingan diri mereka dan keluarga sendiri melainkan justru sibuk untuk diberikan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.



Tulisan ini sebenarnya mungkin sudah beredar di beberapa forum maupun group komunitas, namun untuk anda yang belum sempat membaca, berikut ini saya tuliskan disini.

Berawal dari sebuah tulisan di sebuah forum berbahasa Inggris yang ternyata juga pernah dipublikasikan di salah satu Majalah ternama bernama Majalah Majalah Fortune.

Pada tulisan aslinya berjudul “Young and pretty lady wishes to marry a rich guy”

Tulisan tersebut sudah beredar dalam format terjemahan bahasa Indonesia yang bisa diartikan sebagai berikut:


Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya:


Pertanyaan Seorang yang Mengaku Gadis Cantik

Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”
Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi.
Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih.
Anda mungkin akan berkata kalau saya termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok penghasilan s.d $ 1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York.
Permintaan saya tidak setinggi itu. Adakah pria di forum ini yang berpenghasilan $ 500 ribu per tahun?
Apakah Anda semua telah menikah?
Saya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan untuk dapat menikah dengan orang2 seperti Anda?
Di antara pria yang telah berpacaran denganku, yang terkaya hanya berpenghasilan $ 250 ribu dan kelihatannya ini batas tertinggi yang pernah saya capai.
Jika seseorang ingin pindah ke perumahan mewah di wilayah barat New York City Garden , penghasilan $250 ribu tentu tidak cukup.
Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
  1. Dimanakah kebanyakan para pria kaya bertemu & berkumpul?
  2. Mohon nama dan alamat bar, restauran dan gym yang sering dikunjungi. Rentang usia berapakah yang dapat memenuhi kriteria saya?
  3. Kenapa wajah istri-istri orang kaya hanya terkesan biasa-biasa saja?
  4. Saya telah bertemu dengan beberapa gadis yang tidak cantik dan menarik, tapi mereka bisa menikah dengan pria kaya.
  5. Apa pertimbangan Anda dalam menentukan istri dan siapakah yang bisa menjadi pacar Anda?
Terus terang, tujuan saya sekarang adalah untuk menikah.
Terimakasih,
Gadis Jelita

Inilah jawaban dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial

Dear Gadis Jelita,
Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda.
Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional.
Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda.
Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.
Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan. Kesampingkan dulu detil-detil yang Anda tanyakan.
Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara “kecantikan” dan “uang”. Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar.
Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas. Faktanya adalah penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun.
Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya. Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi.
Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.
Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi. Berpacaran dengan Anda juga memiliki “posisi perdagangan” .
Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan.
Saya sangat kejam untuk berkata seperti ini, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewa.
Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.
Saran saya lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya. Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, lebih berpeluang ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.
Semoga jawaban saya dapat membantu
Tertanda, JP Morgan

Setelah membaca jawaban seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial tersebut diatas, tentunya sekarang kita memahami atas jawaban pertanyaan sebagaimana judul artikel ini : "Kenapa Pria Sukses dan Kaya Raya Lebih Memilih Menikahi Wanita Sederhana?"


Kalaupun ada pria kaya dan sukses, tapi memiliki istri cantik yang gila harta, suka berfoya-foya, dan tidak memiliki kepedulian sosial, maka bisa dipastikan kekayaan dan kesuksesanya tidak akan bertahan lama.


Tak ayal, banyak sekali wanita zaman sekarang menikahi sesorang yang tak dicintainya.
Tak ayal itu juga yang memicu perselingkuhan maupun perceraian karena membangun rumah tangga tanpa cinta, tapi karena harta semata..


references by vemale, berbagai sumber

 
Like us on Facebook